Ketua MUI sentil senator yang haruskan pakaian adat Bali di lingkungan sekolah: hormati hak beragama orang

- Senin, 13 Maret 2023 | 18:25 WIB
Ketua MUI bidang dakwah dan ukhuwah KH Cholil Nafis mengkritik Senator Bali Arya Wedakarna usai mewajibkan siswa pakai pakaian adat Bali
Ketua MUI bidang dakwah dan ukhuwah KH Cholil Nafis mengkritik Senator Bali Arya Wedakarna usai mewajibkan siswa pakai pakaian adat Bali

SUMATERA INSIDER – Video Senator Bali Arya Wedakarna yang tegur siswa tak pakai pakaian adat Bali di lingkungan sekolah mendapat reaksi dari Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis.

Pada video yang beredar luas di Twitter sejak akhir pekan kemarin itu, Senator Bali Arya Wedakarna mengharuskan siswa mengenakan pakaian adat Bali sesuai ketentuan, tak peduli agama dan suku siswa.

Video itu antara lain diunggah oleh Imam Shamsi Ali, imam dan aktivis lintas agama di New York.

Menanggapi unggahan Imam Shamsi Ali itu, Cholil Nafis membuat tanggapan melalui akun Twitternya, Senin.

“Apakah orang harus berpakaian adat dan meninggalkan kewajiban agama demi menghormati adat?” tulisnya.

Menurut Nafis, ada solusi yang bisa dibuat agar model baju adat bisa sesuai dengan ajaran agama siswa.

Baca juga: The Apurva Kempinski Bali siapkan fasilitas mobil listrik dan solar panel charging hub sekaligus 

Cholil Nafis juga menegaskan, Peraturan Daerah yang bertentangan dengan konstitusi harus dibatalkan. Dia juga mengatakan, hak orang beragama dijamin konstitusi.

“Sebenarnya bisa dibuat model baju adat yg bisa sesuai ajaran agama. Hormti juga hak beragama orang yg dijamin konstitusi. Perda yg bertentangan dg konstitusi harus dibatalkan. Pak Guru…” tulisnya.

Imam Shamsi Ali sebelumnya mengkritisi sikap Arya Wedakarna yang menyebut keharusan mengenakan busana adat Bali sesuai ketentuan, tidak peduli agama dan suku siswa.

“Ini sudah beberapa hari viral. Jika setiap daerah bersikap seperti ini kira-kira kemana konsep keragaman dan persatuan ke depan? Kalau itu di sekolah swasta Hindu Silahkan. Tapi kalau itu sekolah umum wajarkah? Saya ingat yg bersuara keras ktk ada Kasus di Sumbar.. mana suaramu?” kata Shamsi Ali.

Baca juga: Video pembunuhan satpam kebun oleh kelompok pencuri sawit di Sumut viral, bertaut jerit hati anak korban

Pada video yang beredar, Arya Wedakarna meminta siswa tidak terlalu fanatik dan menghargai Perda.

“Wong cuma pakaian, jangan berpikir terlalu fanatik, hargai,” kata Arya pada video yang beredar.

Halaman:

Editor: Indra Gunawan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X